Video Goyang Payudara Zaskia Gotik, Apa Komentar Netizen

| Komentar
Senin, 27 Juni 2016 13:05 WIB

Goyangan payudara Zaskia Gotik mendapat teguran KPI

Jakarta, HanTer - Duta Pancasila Zaskia Gotik kembali menjadi sorotan. Kali ini, goyangan payudara pelantun "Satu Jam Saja" ini disemprit KPI karena dinilai terlalu vulgar. Parahnya, goyangan tersebut terjadi di paket acara Ramadhan.

Dalam acara Pesbukers Ramadhan yang ditayangkan ANTV pada tanggal 15 Juni 2016 pukul 16.37 WIB, KPI menilai ada pelanggaran ketentuan tentang norma kesopanan serta perlindungan anak-anak dan remaja sebagaimana diatur dalam P3 dan SPS KPI Tahun 2012.

Program tersebut menampilkan Zaskia Gotik melakukan gerakan goyang nyolot dengan cara mengarahkan bagian payudaranya ke Ruben Onsu.

Sejak mendapat teguran sejak Rabu (22/6/2016) video goyang nyolot Zaskia Gotik tersebar di berbagai akun YouTube. Salah satu video yang diposting akun YouTube Serip Airmas tersebut melampirkan judul: "GOYANG NYOLOT ZASKIA GOTIK DAN RUBEN ONSU.. JOGET APA NAFSU?"  Video tersebut diunggah pada Jumat (17/6/2016) lalu.

Kontan tayangan video banyak mendapat tanggapan netizen. Sebagian mengkritik adegan Zaskia. Berikut beberapa komentar netizen:
Bambang sugiarto: nyari duit sampe segitunya. Kasihan
Dzakiyyah Firdaus: benar benar tidak bermanfaat!!
Jasir Murtadho: Duta Pancasila tuh?
Kochonblog: Zazkia gotik kok jadi kayak gitu....
Edy jbx: sedih bnget liatx...
Borneo advertising: aku pikir ini gak bermutu sama sekali
HANI MUHLIS SUBHAKTI: Ra mutu blas
Redha Prayogi: kaya orang gila.

Teguran KPI

Tiga program televisi mendapat sorotan, kali ini Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat melayangkan surat peringatan. Bukan siaran biasa, program yang ditegur merupakan acara tang berkaitan dengan bulan suci Ramadan.

Terlebih acara Ramadan harus lebih mengedepankan nilai-nilai yang sesuai dengan nuansa Islami namun tiga program siaranRamadan ini justru mendapat teguran.

Seperti dikutip dari situs resmi KPI Pesbukers Ramadhan - ANTV. Menurut KPI, ketiga acara itu dinilai menayangkan adegan yang tidak pantas dan berpotensi memberi pengaruh buruk bagi khalayak khususnya anak-anak dan remaja yang menonton.

Surat tersebut ditandatangani Wakil Ketua KPI Pusat Idy Muzayyad, Rabu, 22 Juni 2016.




(Anu)