Anna Mariana Konsisten Mendesain Kain Tenun Khas Bali

| Komentar
Kamis, 08 September 2016 18:28 WIB

Anna Mariana dan kain hasil rajutan/ ist

Jakarta, HanTer - Demi menjaga kualitas, seorang desainer memilih fanatik dalam mengerjakan hasil karyanya. Terlebih dalam pembuatan kain tenun dan songket, khususnya khas Bali yang pengerjaannya bisa berbulan-bulan lamanya. Anna Mariana, salah satu desainer kondang yang selalu menjaga kualitas kain yang dihasilkan.
 
Tidak heran, jika kain rajutan Anna punya nilai harga yang cukup tinggi. Kendati demikian, bagi para pecinta kain tenun dan songket, harga mahal bukan menjadi masalah asal. Bagi mereka yang terpenting bukan harga, namun kualitas sempurna yang diinginkan.
 
“Hampir 20 tahun ini saya mendesain kain tenun bermotif Bali. Biasanya kain-kain itu untuk kalangan terbatas, Semakin lama pengerjaan, tentu makin baik dan sempurna hasilnya,” kata Anna Mariana usai menggelar fashion show di kawasan Blok M Jakarta Selatan, Rabu (7/9/2016).
 
Bukan itu saja, sejumlah kain tenun songket yang didesain dan dipasarkan wanita yang berprofesi sebagai konsultan hukum ini dibandrol dengan harga fantastis, yakni mencapai Rp60 juta. Harga tersebut tentu sesuai dengan waktu pengerjaannya. 
 
"Memang biasanya satu kain bisa selesai minimum satu bulan dan maksimal enam bulan. Makin lama pengerjaan akan makin baik dan sempurna hasilnya, maka akan semakin mahal pula harga kainnya," terang Anna. 
 
Selain itu, kata Anna, bahan baku yang digunakan berasal dari bahan alami, sehingga membuat harga kain ini semakin tinggi. Apalagi, bahan baku tidak selalu tersedia saat dibutuhkan.
Misalnya, menggunakan bahan buah-buahan khas, yang tumbuhnya musiman. Karena musiman, maka harus menunggunya berbuah.
 
Dengan demikian, pihaknya belum tentu bisa memenuhi pesanan sesuai dengan keingginan konsumen, karena pembuatannya sangat tergantung bahan baku. Di samping itu, benang yang digunakan adalah benang khusus.
Wanita berhijab ini mengaku menggunakan benang emas, yang harganya bisa mencapai Rp40 jutaan. "Ada yang namanya bubuk emas, dan dicampur dengan pewarnaan alam tadi. Jadi, tidak murni alam, tapi ada bahan bakunya emas jadi seperti sepuh emas," Tambahnya. Romi
 




(Romi)