Kolaborasi Guruh Soekarno & Dea Nurhayati Peduli Masa Depan Anak-anak

| Komentar
Selasa, 27 September 2016 22:23 WIB

Guruh Soekarno & Dea Nurhayati/ ist

Cibinong, HanTer - Guruh Soekarno Putra menyarankan agar taman kanak-kanak yang dibangun penyanyi dangdut Dea Nurhayati, tidak mengedepankan kebudayaan asing. Lantaran, anak usia dini, sebaiknya dikenalkan pada sejarah atau budaya bangsa Indonesia.
 
Tergerusnya budaya Indonesia, ujar Guruh Soekarno Putra, karena tidak terperhatikannya unsur budaya atau sejarah. Umumnya di lembaga pendidikan di Tanah Air ini, mulai sejak usia dini, lebih banyak dikenalkan pada budaya asing.
 
"Saya prihatin dengan kondisi pendidikan saat ini. Sejak usia dini, anak-anak lebih banyak dikenalkan pada budaya asing, semisal, cerita Cinderella. Padahal, banyak cerita legenda Indonesia yang bagus. Saya berharap, Dea Nurhayati, memperhatikan pendidikan yang diberikan pada anak-anak. Jangan memprioritaskan budaya asing,” kata Guruh Soekarnoputra, Minggu (25/9/2016).
 
Pria yang menjabat anggota DPR RI komisi X ini menambahkan, efek dari pengenalan budaya asing sejak usia dini pada anak akan mengurangi rasa nasionalisme dan mencintai budayanya sendiri. 
Sedangkan, Dea Nurhayati mengaku alasan dirinya membangun TK di desa tersebut, karena warga sekitar masih banyak yang belum mementingkan pendidikan bagi anak-anaknya yang berusia dini. 
 
“Di desa ini, orangtua masih jarang yang memperhatikan pendidikan bagi anak-anaknya yang masih kecil. Soal masukan Mas Guruh Soekarno, sangat bagus sekali. Kami, akan mengupayakan agar saran beliau bisa dilaksanakan di TK ini," harap Dea. 
 




(Romi)