Jelang Kongres Ke-IX SENAWANGI, Wayang Tak Boleh Kehilangan Estetika

| Komentar
Minggu, 05 Maret 2017 21:12 WIB

Pengurus Senawangi/ ist

Surakarta, HanTer - Peran budaya dalam membangun bangsa sangat mendasar, menyangkut nilai-nilai kehidupan yang melandasi sebuah tatanan kehidupan masyarakat. Krisis karakter, tidak memiliki prinsip dan integritas, adalah indikasi kegagalan pembangunan kebudayaan.
 
 “Pentingnya kita secara kolektif memberi perhatian lebih serius dan intens terhadap persoalan kesenian dan kebudayaan,” kata Wali Kota Surakarta, F.X. Hadi Rudyatmo, di Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia (SENAWANGI), di Gedung Balai Kota Surakarta, kemarin. 
 
Pertemuan yang didampingi sejumlah aparat terkait dan Kepala Dinas Kebudayaan Pemerintah Kota Surakarta, Sis Ismiyati ini, terkait rencana Pemerintah Kota Surakarta mendukung Kongres Ke-IX SENAWANGI yang akan berlangsung di Gedung Pewayangan Kautaman TMII, Cipayung Jakarta Timur, Selasa – Rabu, 25 - 26 April 2017 mendatang.
 
Bersamaan dengan acara Kongres tersebut akan digelar pertunjukan seni Wayang Orang (WO) Sriwedari, bekerjsama dengan Tri Ardhika Production, Selasa 25 April 2017 mendatang. Wali Kota Surakarta, F.X. Hadi Rudyatmo, beserta unsur pimpinan lainnya, direncanakan akan hadir menyaksikan pergelaran wayang kolosal ini.
 
Wali Kota mengajak seluruh elemen bangsa Indonesia untuk melestarikan budayanya yang adiluhung di masing-masing daerah. “Kami juga meminta dukungan Pemerintah Pusat, agar institusi kesenian dan kebudayaan ini tidak tergerus oleh kesenian dan kebudayaan asing yang tidak sesuai dengan karakter budaya bangsa Indonesia,” terangnya. 
 
Penggiat Wayang, Eny Sulistyowati SPd, SE, dalam kesempatan tersebut menambahkan, bangsa ini perlu bersikap adaptif, lentur; agar nilai-nilai modern, global dan mondial, bisa bersinergi dengan nilai-nilai jatidiri dan kepribadian bangsa.
 
“Diperlukan sikap sensitif dan jejaring antar komunitas budaya yang kuat untuk menyentuh dimensi kesenian dan kebudayaan. Hal ini bagian tak terpisahkan dalam dinamika pembangunan karakter bangsa,” ujar Direktur Utama Triardhika Production. 
 
Tentang pentingnya memberi perhatian serius terhadap kesenian dan kebudayaan, Eny Sulistyowati mengingatkan, bahwa masyarakat di berbagai belahan dunia kini telah hidup bersama dalam satu atap di sebuah perkampungan global.
 
“Jangan sampai terjebak dan latah dalam kelancungan slogan moral dan keagungan budi, tapi kita kehilangan basis estetika dan kulturalnya. Dan kita perlu menguatkan lagi karakteristik sebagai bangsa Indonesia yang tetap meng-Indonesia,” tambah Eny, yang juga Ketua Bidang Humas Kongres Ke-IX Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia.




(Romi)