Drayang Sukesi Saskara Alengka, Sajikan Perpaduan Unsur Seni Nan Apik

| Komentar
Kamis, 16 Maret 2017 04:17 WIB

Ilustrsasi

Jakarta, HanTer - Yayasan Swargaloka kembali mementaskan Drayang (Drama Wayang) bertajuk “Sukesi”  Saskara Alengka. Pergelaran yang didukung Bakti Budaya Djarum Foundation ini, akan dipentaskan di Teater Kautaman Gedung Pewayangan, Jakarta Timur, pada 26 Maret 2017.
 
“Drayang Swargaloka memadukan berbagai unsur seni, diantaranya seni tari, seni teater, seni musik, seni rupa, dan seni olah sabet wayang. Pertunjukan ini dikemas secara etnik dengan pendekatan populis, tampil selama 90 menit tanpa jeda,” kata Produser Drama Wayang Swargaloka, Drs. Suryandoro, di Jakarta, Rabu (15/3/2017).
 
Pementasan ini digarap oleh para seniman alumni perguruan tinggi seni dan seniman profesional dari Surakarta dan Jakarta. Diantaranya, Dewi Sulastri, Ali Marsudi, Harris Syaus, dan Bathara Saverigadi Dewandoro, seniman muda berbakat penyandang  gelar Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). 
 
Sukesi bercerita mengenai wanita berparas cantik itu bernama Dewi Sukesi. Putri mahkota Kerjaan Alengka, anak Prabu sumali. Kecantikannya dikenal di seluruh mancanegara. Banyak raja, kesatria, dan pangeran berlomba untuk meminangnya.
 
Raden Jambumangli (paman Sukesi), tidak bisa menerima jika keponakannya dipersunting raja atau kesatria yang melebihi kesaktiannya. Maka Jambumangli menggelar sayembara tanding. Hanya kesatria yang bisa mengalahkannya, berhak memboyong Dewi Sukesi.
 
Banyak kesatria pelamar menjadi korban Jambumangli yang sejatinya ia sendiri ingin memperistri keponakannnya. Banjir darah di Alengka mengusik Dewi Sukesi, maka ia menginginkan untuk menghentikan sayembara dan hanya mau dipersunting oleh orang yang dapat menjabarkan Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu. 




(Romi)