Saksikan Film Bid`ah Cinta, Menpora: Sangat Menginspirasi Kita Semua

| Komentar
Jumat, 17 Maret 2017 19:30 WIB

Menpora Imam Nahrawi pasca menyaksikan film Bid`ah Cinta

Jakarta, HanTer - Menpora Imam Nahrawi memberikan apresiasi terhadap film Indonesia terbaru berjudul Bid`ah Cinta yang kini tengah diputar di bioskop Jakarta. Apresiasi itu diberikan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga itu pasca menyaksikan film tersebut di sebuah bioskop dibilangan Senayan, Jakarta, Jumat (17/3/2017).
 
"Bagus banget film ini. Dari sisi konten cerita ini sangat faktual ditengah masyarakat kita, bahwa meskipun ada perbedaan dalam konteks pemahaman atau keyakinan, maka sejujurnya kita tidak boleh berpisah, tidak boleh lagi dipecah belah oleh sekedar isu atau bahkan isme-isme baru yang hadir ditengah masyarakat, sebaliknya apapun yang terjadi kita harus menghormati perbedaan, tak boleh menyakiti apalagi dengan kekerasan," ucap Menpora Imam Nahrawi. 
 
Film berjudul Bid`ah Cinta menceritakan hubungan asmara antara Khalida dan Kamal yang tak direstui oleh dua keluarganya, yang saling berbeda dan bermusuhan. Keluarga mereka mempunyai pemahaman tentang Islam yang berbeda satu sama lain. Islam puritan & Islam tradisional. Persoalan perbedaan pandangan agama ini menyeret hubungan asmara mereka ke dalam pusaran konflik. 
 
Khalida yang diperankan oleh artis Ayushita merupakan anak H. Rohili, seorang yang sangat akrab dengan para pemuda di kampung itu. Di sisi lain, Kamal yang diperankan oleh Dimas Aditya adalah anak lelaki H. Jamat, seorang haji kaya yang cukup disegani dan menjadi pendukung utama penyebaran Islam puritan di kampung yang dimotori kemenakannya bernama Ustadz Jaiz yang diperankan oleh Alex Abbad.
 
Perbenturan antara H. Rohili (Fuad Idris) dan H. Jamat (Ronny P. Tjandra) pada akhirnya juga membenturkan hubungan Khalida dengan Kamal. Khalida yang dibesarkan dalam ajaran Islam tradisional merasa terganggu dengan perkembangan ini. Sebaliknya, Kamal yang banyak mendapat pengaruh dari ajaran Islam puritan H. Jamat dan berkepentingan dengan pekerjaannya di Yayasan pendidikan yang dipimpin oleh Ustadz Jaiz, merasa bingung dan tertekan dalam posisinya yang sulit. 
 
Di tengah lingkungan yang tak mungkin diseragamkan dan di mana perbedaaan merupakan suatu keniscayaan, sehingga akhirnya cinta dapat menghapus segala kebencian yang ada.
 
Didampingi istri tercinta Shobibah Rahmah dan beberapa putrinya, Menpora mengatakan sisi termulia dalam hidup itu adalah cinta. "Dengan cinta, maka akan mengenal Tuhan, manusia, alam. Dengan cinta tidak ada lagi sekat, tidak ada lagi permusuhan. Dengan cinta menguatkan rasa kemanusiaan, rasa persaudaraan dan cintalah yang memutus mata rantai kebencian serta cinta pula lah yang menyatukan perbedaan. Itulah kehebatan cinta," ucapnya.
 
"Judul film ini sangat menginspirasi kita semua, karena dengan cintalah kita bisa hidup damai dan dengan cinta itulah kita semakin menghargai bahwa manusia atau orang lain memiliki keistimewaan serta kelebihan, sehingga hidup itu harus mengagungkan cinta. Keikhlasan akan mengalahkan segala-galanya, yakni keikhlasan menerima perbedaan, menerima cinta, menerima teman," tambah Menteri asal Bangkalan Madura itu.
 
Politisi asal PKB itu berharap kepada para sutradara, produser bahwa kedepannya untuk terus memproduksi film Nasional yang berkualitas, terlebih untuk terus memotret hal-hal lain yang subtantif, bersumber dari suasana kebatinan masyarakat hari ini. 
 
"Semakin banyak film-film yang bersumberkan realitas, dengan pendekatan budaya, seni serta cinta, maka kita akan semakin sadar bahwa kita ini hidup di negeri yang betul-betul majemuk, terlebih ceritanya tentang kehidupan beragama dan itu penting sekali untuk diangkat, agar kita tak mencederai dan mengingkari khitoh kemanusiaan kita, khitoh Indonesia kita," terangnya.




(Hermansyah)