Pentas Budaya Abad Ini, Kartini dan Perempuan Penggiat Perdamaian

| Komentar
Senin, 24 April 2017 06:16 WIB

Budayawan Bambang Oeban/ ist

Jakarta, HanTer - Ruang apresiasi bagi kaum perempuan saat ini semakin terbuka. Perempuan diberi kesempatan untuk menunjukkan eksistensinya.
 
“Peran perempuan untuk membangun bangsa tentu saja mutlak diperlukan. Hal ini didasari oleh berbagai macam kemampuan dan potensi yang dimiliki kaum perempuan, baik secara general maupun individual,” kata seniman dan budayawan Bambang Oeban di Jakarta, Jumat  (21/4/2017).
 
Pandangan yang disampaikan anggota Bengkel Teater Rendra ini, terkait dengan gagasan dan rencananya menggelar apresiasi sejarah menyoal kaum perempuan. Bambang memprakarsai gelar pentas budaya bertajuk “Kartini dan Perempuan Penggiat Perdamaian,” yang akan digelar di Gedung Pusat Perfilman H. Usmar Ismail (PPHUI), Kuningan Jakarta, Kamis, 27 April 2017.
 
 “Kartini membuka perspektif  baru, bahwa perempuan memiliki kesempatan yang sama dalam meraih pendidikan, berkarir dan menggapai cita-cita setinggi mungkin,” ujar penyandang Penghargaan Anugerah Kebudayaan dari Departemen Pariwisata dan Kebudayaan RI tahun 2006 ini.
 
Gelar pentas budaya Kartini dan Perempuan Penggiat Perdamaian, kata Bambang, adalah apresiasi sejarah terkait dengan peran serta kaum perempuan dari masa ke masa. Dari menyoal sosok Malahayati dengan 2000 janda prajurit kerajaan Aceh yang gugur bertempur melawan Portugis, Nyi Ageng Serang (Purwodadi, Jawa Tengah), Cut Nyak Dien - Cut Meutia (Aceh), Martha Chritina Tiahahu (Ambon), Opu Daeng Siraju (Sulawesi Tengah), hingga Siti Manggopoh (Sumatera Barat). Mereka adalah para perempuan pemberani mengangkat senjata ke medan laga.
 
Selain itu, pergelaran tersebut merupakan pementasan pembacaan sajak-sajak dengan sentuhan musik, tari, dan teater. Diselenggarakan atas kerjasama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, dan Natural Indonesia. Melibatkan puluhan seniman, budayawan, aktor, aktris, pejabat, birokrat, dan tokoh masyarakat.




(Romi)