Aktris Terbaik AIFFA 2017, Nenek 90 Tahun, Raih Penghargaan Internasional

| Komentar
Senin, 22 Mei 2017 11:47 WIB

Film Ziarah (ist)

Mungkin tak banyak artis di negara manapun punya kesempatan di usia 90 tahun keatas untuk bisa main film. Lebih dari dari itu, bisa meraih penghargaan bergengsi di ajang paling bergengsi pula. Itulah dirasakan bintang film Ponco Sutiyem.

Di usia 90 tahun, prestasi membanggakan yang mengharumkanbangsa ditorehkan oleh nenek asal Gunungkidul, Yogyakarta ini. Meski dia tidak berlatar belakang orang film, sang nenek renta  berhasil menyabet penghargaan Special Jury Award sebagai pemeran utama terbaik di ASEAN International Film Festival and Awards (AIFFA) 2017.

Uniknya, cucu Mbah Ponco, yang bernama Rusdiyanto ini mengungkapkan awal mula keterlibatan Mbah Ponco dalam film Ziarah cukup seru. Pasalnya, desa Ngawen tempat tinggalnya bagus sebagai lokasi pengambilan gambar film.

Rusdiyanto pun ikut mencarikan pemain seorang nenek bernama Mbah Sri yang mencari makam suaminya yang telah meninggal. Lalu terakhir terpilihlah Mbah Ponco.

“Tempat lokasi dan sebagainya di sini bagus untuk shooting film sekalian cari pemain atau figure yang dibutuhkan seperti Mbah Ponco. Terus ketemu terakhir malah sama si mbah saya sendiri,” kata Rusdiyanto, kemarin.

Seperti diberitakan, dalam ajang AIFFA 2017, film Ziarah berhasil masuk empat nominasi, yaitu Best Film, Best Screenplay, Best Director dan Best Actress.

Sebenarnya, film ini baru tayang di bioskop mulai 18 Mei 2017. Penayangan ini berhubungan dengan raihan 2 pengharagaan dalam ajang ASEAN International Film Festival and Awards (AIFFA) di Kuching, Serawak, Malaysia.

Dua penghargaan yang diraih tersebut adalah untuk kategori Best Screenplay dan Special Jury Award. Malam penganugerahan AIFFA berlangsung di Pullman Hotel, Kuching, Serawak, Malaysia, (6/5/2017).

Dalam festival film tersebut, untuk kategori Best Screenplay, film Ziarah yang bersaing dengan 4 film yakni ‘Solitude’ (Indonesia), ‘Laut’ (Philipines), ‘Imbisibol’ (Philipines) dan ‘The Way Station’ (Vietnam).

Sedangkan untuk kategori Special Jury Award, tidak hanya film Ziarah yang mendapatkan penghargaan khusus dewan juri AIFFA. Menjadi suatu kebanggaan tersendiri film Ziarah bersama ‘Solitude’ (Yosep Anggi Noen, Indonesia) terpilih mendapatkan penghargaan ini.

Penghargaan ini diberikan kepada film ‘Ziarah’ untuk penampilan Mbah Ponco Sugiyem yang luar biasa. Maklum, film ini dikerjakan dengan semangat kolaboratif bersama kawan-kawan di Indonesia, khususnya di Gunung Kidul, Jogyakarta.




(Harian Terbit/Romi)