Penuh Nilai Edukasi dan Tuntunan, Film Bait Surau Tayang Lagi Ramadhan Ini

| Komentar
Rabu, 14 Juni 2017 12:12 WIB

Film Bait Surau/ ist

Jakarta, HanTer -  Guna memberi pencerahan kepada pecinta film Indonesia, tontonan bagus film Bait Surau, karya sutradara Kuswara Sastra Permana kembali diputar di bioskop-bioskop Tanah Air.
 
Padahal, sebelumnya film ini pernah edar pada 22 Oktober 2015, yang bercerita mengenai seorang pria yang insyaf dari kemaksiatan dan menjadi sosok yang soleh setelah melewati beragam ujian.
Film yang diperankan oleh Rio Dewanto ini bukan hanya menghibur, namun sarat dengan nilai edukasi. Terlebih, tayang kembali berbarengan dengan bulan puasa 1348 H. 
 
Alhasil, sutradara film Bait Surau, Kuswara Sastra Permana mengungkapkan bahwa film karyanya sangat tepat diputar pada bulan suci Ramadahan. Mengingat film tersebut tidak saja memiliki unsur hiburan, namun juga pendidikan.
 
"Intinya film ini sebuah edukasi tentang perjalanan seseorang dari yang tidak baik menjadi baik. Film ini, sangat natural dan dibintangi Rio Dewanto, Ihsan Tarore, Nadia Vella, Astri Nurdin, Cok Simbara, Taufan Purbo, Wenny, Nurul, Melissa Putri," katanya, Selasa (13/6/2017). 
 
Film genre drama religi besutannya ini, menurut Kuswara, akan kembali edar dibioskop Indonesia. "Saya berkeinginannya begitu, mengingat film ini memiliki pesan moral yang sangat positif," jelasnya.
 
Sinopsis
 
Film Bait Surau bercerita tentang perjalanan Rommy (Rio Dewanto), seorang eksekutif muda yang mapan dan sukses namun dalam kehidupannya sarat dengan kemaksiatan. Setelah kepergian istrinya (Nadia Vella), kehidupan Rommy berubah.
 
Rommy memulai perjalanan spiritualnya di sebuah desa kecil di pesisir pantai, tempat dimana Ramdhan tinggal bersama Abah dan Siti (Astri Nurdin), kakaknya. Di desa itu, Rommy mengalami banyak peristiwa yang tak terbayangkan sebelumnya. Memulai hidup baru sebagai seorang nelayan yang sederhana, jauh dari kesan 'arogan' layaknya ketika ia berada dikota.
 
Perlahan Rommy mulai menemukan jati dirinya, ia mulai mempelajari dan menjalankan kalam illahi, hingga pada suatu saat Rommy terenyuh ketika melihat Surau tua yang tampak sepi dan tak terawat. Dengan sisa tabungan yang dimilikinya ia tergugah untuk memperbaiki dan membangun Surau itu.
 
Dengan harapan, setelah surau itu di perbaiki, akan banyak orang yang sholat dan belajar mengaji seperti dirinya. Meskipun melalui berbagia ujian dan rintangan, pada akhirnya niat baik Rommy untuk memperbaiki dan membangun Surau tua itu terwujud.
 
Sampai waktu peresmian Surau itu tiba. Rommy, Ramdhan dan ke tiga karibnya tak kunjung kembali dari melaut. Dua orang nelayan mengabarkan kecelakaan kapal nelayan ditengah lautan yang dialami Rommy, Ramdhan dan ke tiga karibnya. Rommy telah meninggalkan warisan niat, semangat dan amanat yang tertanam kuat dalam Surau yang dinamai Surau Alghazali, seperti panggilan Abah kepada Rommy.
 




(Romi)