Gagas Album Reagge Bertema Hari Nasional, Didik Kurdianto Bakal Menggelar Pentas Seni

| Komentar
Jumat, 18 Agustus 2017 09:03 WIB

Didik Kurdianto/ ist

Jakarta, HanTer - Penjajah identitas bangsa bermunculan, kebohongan, kebencian, adu domba digulirkan secara massif mengarah ke berbagai usia, generasi, profesi, bisa mengancam keutuhan bangsa Indonesia. Sebagai penggiat persatuan dan kesatuan, seniman dan produser, Didik Kurdianto tergerak hati menterjemahkan persatuan dan kesatuan dalam sebuah album musik hingga acara panggung sampai diskusi. 
 
Ya, pria yang beberapa kali menggelar event pentas seni dan panggung ini ingin memberikan perhatiannya kepada masyarakat agar mau dan bisa menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Dengan cara yang unik, salah satu yang digagas album musik genre reagge berisi tema hari-hari nasional Indonesia, cara seperti itu dianggap bisa efektif selain hal baru juga menyesuaikan kegemaran anak muda yakni musik.
 
"Acara yang sedang digadang-gadang bertema “Indonesia Seutuhnya“ sosialisai makna seutuhnya Indonesia baik dari hal yang terlihat maupun tidak, penjajah gaya baru modelnya sangat halus, Identitas juga di jajah, “Pentingnya berTeman” sangat penting diterapkan sesuai dengan budaya kita “Tepo Seliro” bisa terjaga dengan baik dan benar,  mungkin nantinya akan menjadi investasi yang tak ternilai untuk kemajuan Indonesia ke depan yang utuh dan tidak terbagi, Semoga acara ini bisa terlaksana ya, meskipun ruang lingkupnya masih di Jakarta menurut saya masyarakat disini sudah bisa mewakili," kata Didik Kurdianto di Kopi Join Bulungan, Blok M, Jakarta Selatan, baru-baru ini.
 
Pria kelahiran Madiun, 6 Agustus 1972 ini melihat, untuk menjaga persaudaraan yang utuh sebagai bangsa Indonesia adalah harus terus memperkuat Bhinneka Tunggal Ika dan berdasar pada Pancasila. Selain itu, budaya Indonesia  adalah warisan leluhur seperti gotong royong, tepo seliro, harmoni, unity in diversity sudah terus tergerus dan luntur karena provokasi untuk kepentingan politik. 
 
"Tujuannya adalah menyadarkan bahwa pentingnya kebersatuan dalam kepelbagaian dengan dasar Pancasila pada NKRI, Menjaga keutuhan masyarakat Indonesia dan mengajak bersama-sama membangun untuk maju ke depan dan Menunjukkan ke mata dunia Internasional bahwa jati diri bangsa Indonesia adalah bangsa yang bersatu dan kuat," papar pria yang pernah duduk di bangku kuliah di Universitas Indonesia dan Fakultas Komunikasi Universitas Mercubuana Jakarta.
 
"Jangkauan event tak terbatas pada satu masyarakat pilihan saja tapi melibatkan semua elemen masyarakat dan suku di Indonesia secara fisik dan simbolik, sebagai tuan rumah tidak harus dari pihak atau program pemerintah saja namun bisa dari  mana saja melibatkan sebanyak mungkin komunitas – komunitas yang sudah terbentuk. Salah satunya pecinta musik Reggae di Indonesia, Saya mengamati banyak perkembangan baik dari isi lagu dan dari jumlah fans sudah di atas 10 juta sangat menarik buat saya untuk tergabung ke dalamnya, ikut belajar saling memiliki sense of belonging," tambah suami dari wanita bernama Siti Nurlaelah.
 
Lewat acara yang digagas, produser berpengalaman dalam memproduksi acara musik, seni, iklan, dan komunikasi strategi berharap nantinya di Indonesia semakin banyak bermunculan masyarakat yang netral tidak terikat dengan politik manapun yang mau dan bisa beraksi menyuarakan arti persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia dan mejajaganya sesuai bidang masing-masing. 
 
"Sebagai praktisi komunikasi, saya ingin apa yang sudah berjalan atau yang baru terencana bisa menggerakkan anak muda untuk ikut menyuarakan adanya persatuan dan kesatuan," papar penggagas dan produser album Akulah Sejarah ini.
 
Acaranya itu, tambah Didik akan melibatkan seniman, selebritis, komunitas reage, selebritis sampai masyarakat umum seperti anak remaja dewasa dan ibu anak. "Idealnya saya ingin acara digelar di TIM Jakarta dan tahun ini, kita tunggu saja kabar selanjutnya," pungkas Didik.
 
 




(Romi)