Ajak Seniman Berkumpul, Eddie Karsito Inisiator Rumah Budaya Satu-Satu

| Komentar
Rabu, 01 November 2017 07:27 WIB

Eddie Karsito cs/ ist

Jakarta, HanTer - Ratusan seniman, budayawan, tokoh masyarakat, pejabat, birokrat dan wartawan, menandatangani pernyataan sikap dengan mendeklarasikan “Rumah Budaya Satu-Satu,” di Perumahan Kranggan Permai, Jatisampurna, Kota Bekasi, kemarin.
 
Rumah budaya tersebut diharapkan dapat menjadi sarana penguatan; media penyangga, dan ekspresi budaya, yang dapat meningkatkan posisi tawar budaya Indonesia di tengah arus global. Memperjuangkan hak hidup dan berkembangnya budaya Indonesia yang mengandung nilai-nilai luhur. 
 
“Kita adalah pelaku sejarah. Tugas kita membuat sejarah. Sejarah yang kita sematkan malam ini adalah kegelisahan kreatif. Kesadaran yang dapat menjadi spirit dalam memecahkan banyak hal. Menempatkan Rumah Budaya Satu-Satu sebagai sarana berkumpul, untuk mengeksplorasi dan mengimplementasikan gagasan,” kata Eddie Karsito, inisiator berdirinya Rumah Budaya Satu-Satu.
 
Menurut Eddie Karsito, kekuatan global bila tidak diantisipasi  dapat mengancam punahnya nilai-nilai lokal. “Kemajuan teknologi informasi menjadi babak baru bagi budaya masyarakat dunia. Dunia menjadi rumah global. Tak jarang menafikan batas-batas teritorial. Melahirkan penyeragaman budaya. Jika tidak dikawal bisa mengancam sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara,” terangnya.
 
Deklarasi itu  diwarnai apresisasi pergelaran seni dan budaya. Menampilkan karya para seniman dari berbagai komunitas seni, antara lain; Sanggar Tari Rangga Binangkit dan Mekar Pasundan" pimpinan Jami Bin Samu Eket, pentas teater Kalamtara, Digital Teater Momong, dan OBH Akustik. 
 
 
 
 




(Romi)