Ramaikan Perfilman Indonesia, Adisurya Abdy Garap Film Stadhuis Schandaal

| Komentar
Jumat, 17 November 2017 06:35 WIB

Adisurya Abdy/ ist

Jakarta, HanTer - Sebuah film dengan setting pada kurun waktu tertentu, membutuhkan kosep artistik yang menggambarkan situasi dan kondisi saat peristiwa terjadi. 
 
Namun untuk menggambarkan setting yang dibutuhkan, tidak semudah mewujudkan cerita di dalam tulisan, perlu perwujudaan fisik yang dibuat sesuai dengan konteks cerita. Jika kebutuhan artistik tidak dapat dipenuhi dengan barang-barang, bangunan, lingkungan yang ada, pembuat film harus membuat tiruannya.
 
Atas pertimbangan sutradara dan produser film Adisurya Abdy bersama timnya, saat ini tengah membangun sebuah set berupa tangsi dan benteng Belanda, untuk set khusus film Stadhuis Schandaal yang akan diproduksinya.
 
Set khusus itu dibangun di atas tanah seluas 1.500 m2 di atas tanah milik PT. Inter Studio, di kawasan Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. 
 
“Kita sudah mencoba mencari bangunan-bangunan sisa peninggalan Belanda yang ada di Indonesia, tetapi tidak sesuai dengan kriteria dan mekanisme kerja yang akan kita lakukan, jadi lebih baik membamgun set sendiri, supaya kerjanya lebih bebas,” kata Adisurya Abdy, Kamis (15/11/2017).
 
Film pertamanya setelah istirahat selama 14 tahun ini akan mulai melakukan pengambilan gambar pada kawartal ketiga November 2017 ini. Selain syuting di set yang dibuat khusus, film ini juga akan melakukan pengambilan gambar di kawasan Kota Tua Jakarta, terutama di  Museum Fatahillah, dan di Shanghai, Cina.




(Romi)