Lima Desa Terendam, Kini Giliran Sampang Dilanda Banjir

| Komentar
Minggu, 03 Desember 2017 19:11 WIB

Ilustrasi

Sampang, HanTer - Banjir melanda Kota Sampang, Jawa Timur, Sabtu, akibat Sungai Kalikemuning, menyusul hujan deras yang mengguyur wilayah utara Sampang, dalam dua hari terakhir ini.
 
Sebanyak lima desa dan satu kelurahan terdampak banjir, dan banjir mulai menggenangi kawasan Kota Sampang, sejak sekitar pukul 13.00 WIB, Sabtu siang.
 
"Jalur lalu lintas menuju Kota Sampang terpaksa kami tutup, dan diarahkan agar melalui jalur alternatif," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang, Anang Djoenaedi per telepon, Sabtu (2/12/2017) malam.
 
Ia menjelaskan, genangan banjir terjadi di sejumlah titik dengan ketinggian antara 10 hingga 50 Cm.
 
Masing-masing di Desa Kemuning, yakni di ruas jalan dan pemukiman warga, ketinggian air kurang lebih sekitar 20 cm, Desa Tanggumung di ruas jalan dan pemukiman warga, dengan ketinggian air kurang lebih 40 cm, dan di Desa Pasean di ruas jalan dan pemukiman warga, ketinggian air kurang lebih 50 cm. 
 
Selanjutnya di Desa Panggung di ruas jalan dan pemukiman warga, dengan ketinggian air kurang lebih 30 cm, lalu di Desa Gunung Maddah, yakni di Dusun Glisgis depan SDN Gunung Maddah dengan ketinggian air kurang lebih 40 cm dan di Kelurahan Dalpenang.
 
Menurut Anang Djonaedi, di Kelurahan Gunung Maddah ada beberapa titik yang tergenang, yakni di Jalan Imam Bonjol, Jalan Suhadak, Melati, dan Jalan Mawar, Sampang.
 
Di Jalan Imam Bonjol genangan air terjadi di depan SMP Negeri 6 Sampang dengan ketinggian genangan sekitar 30 cm, di Jalan Suhadak, yakni di depan SMK Negeri I Sampang, genangan air mencapai 30 cm, sedangkan di Jalan Suhadak di depan Pasar Sore, genangan air sekitar 20 cm. 
 
Genangan air akibat luapan sungai Kalikemuning ini, juga terpantau di Jalan Imam Bonjol Sampang, yakni di depan SDN Dalpenang l Sampai dengan RRI Sampang.
 
"Kalau di Melati Sampang, genangan air di Jalan Raya sekitar 10 cm, sama dengan di Jalan Mawar," kata Anang Djonaedi, menjelaskan. 
 
Ia menjelaskan, saat ini pihaknya masih terus melakukan pemantauan, berkoordinasi dengan petugas Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Pemkab Sampang yang bertugas melakukan pemantauan di wilayah utara Sampang. 




(Romi)