Pancasila Stand UP Comedy 2017, Ajang Unjuk Kebolehan 30 Finalis

| Komentar
Rabu, 13 Desember 2017 09:39 WIB

Pancasila Stand UP Comedy 2017/ ist

Jakarta, HanTer - Sedikitnya 100 komika yang terdiri dari pelajar, mahasiswa dan Komunitas Stand up Comedy se Jabodetabek mengikuti Pancasila Stand UP Comedy 2017 yang digelar Keluarga Alumni Universitas Pancasila.
 
Komisariat Fakultas Ekonomi dan Bisnis bekerja sama dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia. Stand Up Comedy dengan tema Tertawa Cerdas telah berlangsung sejak 11-12 Desember 2017 di Aula Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pancasila, Jakarta.
 
"Dari 100 peserta yang masuk final ada 30 komedian. Hari ini acara finalnya," kata Ketua Panitia Stand Up Comedy, Irsa Rahardian, Selasa (12/12/2017). 
 
Irsa menuturkan, 30 komedian tersebut merupakan hasil audisi atau penyisihan pada tanggal 11 Desember 2017. Dari 30 akan dikerucutkan menjadi 3 komika terbaik yang akan mendapatkan trophy serta dana pembinaan sebesar Rp. 3 juta (terbaik 1), Rp. 2 juta (terbaik 2) dan Rp 1 juta
(terbaik 3).
 
Tampil sebagai juara pertama adalah Marshel Widiyanto, juara dua Kyky Saputri dan juara tiga Hisyam Adnan.
 
Ditambahkan Irsa, digelarnya kompetisi stand up comedy karena perkembangan dunia komedi yang terus meningkat. Apalagi saat ini banyak juga tumbuh komunitas stand up comedy di berbagai daerah.
 
Dalam ber stand up comedy tidak hanya sekedar guyon, namun juga berbagi ilmu, fakta serta cara pandang akan berbagai hal lainnya. Oleh karena itu stand Up Comedy yang merupakan salah satu sub-sektor ekonomi kreatif bidang seni peran masih perlu dikembangkan lagi serta mendapatkan pembinaan dari pemerintah.
 
“Memberikan inspirasi tidak harus selalu dalam bentuk training atau tulisan. Sehingga Stand Up comedy menghibur sekaligus memberikan inspirasi yang mencerahkan," paparnya. 
 
Wakil Kepala Bekraf Indonesia, Ricky Pesik mengatakan, selain dengan Universitas Pancasila, untuk meningkatkan ekonomi kreatif, Bekraf Indonesia juga menjalin kerjasama dengan berbagai universitas lainnya seperti UI, IKJ, ITS, Undip dan Universitas Patimura di Ambon. 
 
"Ekonomi kreatif itu sektor terbesar. Oleh karena itu perlu kerjasama untuk meningkatkan ekonomi kreatif," tegasnya.




(romi)