Usmar Ismail Awards 2018, Anugerah Film yang Dewan Jurinya dari Kalangan Jurnalis

| Komentar
Minggu, 17 Desember 2017 23:32 WIB

Juri Usmar Ismail Awards 2018/ ist

Jakarta, HanTer - Kepala Pusat Pengembangan Perfilman, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Dr Maman Wijaya. Membuka secara resmi,  Ajang penghargaan film Usmar Ismail Awards (UIA) 2018 yang mayoritas jurinya dari awak media.  
 
"Intinya makin memperdalam perjalanan anugerah film Indonesia. Apalagi, jurinya terdiri dari para jurnalis film," kata Maman Wijaya, merujuk pada anggota juri yang terdiri dari 40 jurnalis film dari seluruh Indonesia, di PPHUI, Kuningan, Jakarta, kemarin.
 
Dikatakan Maman, UIA akan menjadi anugerah film yang  makin diperhitungkan kedudukannya. Karena mengusung semangat independensi dan fairness yang sangat bisa dipertanggung jawabkan. Tanggal 30 Maret 2018 akan menjadi puncak UIA, dan pada akhir Januari 2018 akan dimulai proses penjurian.
 
Wartawan senior yang juga Ketua Juri UIA 2018, Wina Armada mengatakan, juri UIA berdiri pada posisi sangat independen. Bahkan posisinya tidak berada di bawah penyelengara UIA. "Juri merepresentasikan media tempat mereka bekerja, berasal dari seluruh wilayah Indonesia," katanya.
 
Ketua Penyelenggara UIA 2018, Sonny Pujisasono  mengatakan, untuk gelaran UIA 2018 tidak lagi bekerjasama dengan Trans 7. "Karena waktu tinggal empat bulan, apa pun yang terjadi. Ada atau tidak ada broadcase, kita tetap berjalan. Meski tawaran dari RCTI, SCTV hingga Anteve sedang kita bicarakan. Masih proses nglamarlah," katanya.
 
Dalam acara tersebut hadir, antala lain,  Ketua Lembaga Sensor Film (LSF), Ahmad Yani Basuki, Ketua Gabungan Pengusaha Bioskop Indonesia (GPBSI), Djonny Syahrudin, Kepala Yayasan Haji Usmar Ismail (PPHUI), Irwan Usmar Ismail dan Ketua Juri UIA 2018, Wina Armada Sukardi dan Dr Maman Wijaya.




(romi)