Ketua GPBSI Djonny Syafruddin: 5 Provinsi Belum Punya Bioskop

| Komentar
Jumat, 05 Januari 2018 06:36 WIB

GPBSI/ ist

Jakarta, HanTer – Tak bisa dipungkiri, pesatnya jumlah penonton film nasional yang pada tahun ini tembus di atas angka 40 juta penonton juga menjadi sebuah indikator penting bagi pengelola bioskop. Belum lagi dari bisnis lain yang mendukung usaha tersebut, sebut saja sampingan di bioskop. 
 
“Intinya tahun 2018 ini, estimasi 500 layar akan bertambah di seluruh Indonesia. Pertumbuhan jumlah layar bioskop juga akan sangat menguntungkan bagi perkembangan industri perfilman tanah air,” kata Ketua Umum Gabungan Pengelola Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI), Djonny Syafruddin di Jakarta, Rabu (3/1/2018).
 
Ditambahkannya, saat ini jumlah ideal bioskop setidaknya harus ada 15 ribu layar. Sayangnya, hingga baru sekitar 1.500 layar yang baru terpenuhi, baru terserap 10 persen dari total yang jumlah kebutuhan ideal.
 
“Lima provinsi yakni Aceh, Kalimantan Utara, Maluku Utara, Papua Barat dan Sulawesi Barat bahkan belum punya bioskop sama sekali,” terangnya.
Tak heran, jika belakangan mulai muncul jaringan-jaringan bioskop baru yang bermunculan selain raksasa-raksasa yang sudah lama bermain bisnis ini, seperti jaringan Cinema XXI, CGV Indonesia dan Cinemaxx.
Buktinya, jaringan New Star Cineplex (NSC) yang memiliki sejumlah bioskop di Bojonegoro, Banyuwangi, Jember, Jombang, Kudus, Madiun, Pasuruan, Sidoarjo merambah Jawa Barat dengan membuka dua layar baru di Kota Banjar, Jawa Barat pada akhir 2017 lalu.




(Romi)