Perkenalkan Budaya Sejak Dini, Highscope Indonesia Gelar Pentas Seni

| Komentar
Minggu, 25 Februari 2018 22:43 WIB

Sekolah Highscope Indonesia Parents Association (SHIPA) menggelar pentas seni bertajuk "Adinda di Negeri Ajaib", di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Minggu (25/2/20181).

Jakarta, HanTer - Sekolah Highscope Indonesia Parents Association (SHIPA) menggelar pentas seni bertajuk "Adinda di Negeri Ajaib", di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Minggu (25/2/20181).  Pentas seni ini diikuti siswa Highscope, mulai tingkat TK hingga SMA bertujuan untuk lebih mengenalkan budaya Nusantara di usia dini.
 
Tak hanya untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap kebudayaan asli Indonesia, para orang tua murid, ingin mengasah potensi, atau bakat terpendam dari para murid Highscope Indonesia.
 
 
"Acara ini merupakan ajang unjuk kreatifitas dari anak-anak kami. Mereka banyak yang punya bakat menari, menyanyi, teater dan sebagainnya. Tapi mereka jarang tampil. Nah, melalui acara ini bakat mereka bisa kita asah dan kembangkan," papar Tina Nababan, Koordinator Komite Pentas Seni SHIPA.
 
Adapun tarian yang ditampilkan, yaitu tarian saman, tor-tor,  kembang jatoh, gandrang bulo, hip-hop dan paduan suara.
 
Orang tua murid, menurut Tina, sangat antusias dengan kegiatan yang berkaitan dengan krestifitas dan berbau budaya Indonesia. Terlebih, pihak sekolah memberikan dukungan penuh dengan menyediakan ruang khusus untuk berlatih serta guru paduan suara.
 
Tina Nababan (ketiga dari kanan), Koordinator Komite Pentas Seni SHIPA.
 
Alhasil, dalam tiga bulan saja, para siswa Highscope bisa menampilkan suguhan seni yang memukau. Acapkali disambut applaus oleh para orang tua yang menyaksikannya.
 
"Kami ingin terus melanjutkan kegiatan ini. Ternyata anak-anak Highscope banyak yang berbakat kesenian. Dan mereka perlu dikenalkan dengan kesenian asli Indonesia," papar Tina.
 
Cerita Adinda di Negeri Ajaib yang diinisiasi Ruri Nostalgia, mengisahkan seorang anak remaja yang tumbuh di ibu kota.
 
Adinda lebih tertarik dengan budaya luar nan kekinian, ketimbang budaya Indonesia. Salah satu paling yang digemarinya adalah hip-hop.
 
Suatu saat, Adinda selesai berdansa hip-hop dengan rekannya, kecapekan dan tertidur pulas di sudut taman.
 
Dalam tidur, Adinda bermimpi bertemu dua kupu-kupu yang bisa berbahasa manusia. Keduanya membawa Adinda berkeliling Indonesia.
 
Mulai dari Papua, Kalimantan, Sumatera hingga Jawa. Saat menjejakkan kaki di pulau, Adinda tak henti-hentinya merasa takjub.
 
Ya, karena keindahan serta keragaman budaya yang ditemukannya. Dijamin, ada hal baru dari masing-masing pulau di Indonesia. Mulai dari tari-tarian, permainan khas, keindahan alam, hingga makanannya.
 
Dalam pagelaran ini, diperagakan sejumlah tari khas semisal Tari Saman (Aceh), Tor-Tor (Sumatera Utara), Enggang (Kalimantan), Kembang Jatoh (Betawi), Gandang Bulo (Sulawesi Selatan). Serta permainan Cublak-Cublak Suweng khas Jawa.
 
Selanjutnya, Adinda terbangun dari mimpi. Dirinya-pun mencari kedua kupu-kupu, sahabatnya itu. Bisa jadi, Adinda belum puas berkeliling Indonesia.




(Anugrah)