Film Rindu Baitullah Potret Orang Tak Mampu Bisa Berangkat Umroh

| Komentar
Senin, 02 April 2018 07:47 WIB

Para pemain film Rindu Baitullah/ ist

Jakarta, HanTer – Satu lagi film berjudul Rindu Baitullah yang bakal memberi inspirasi bagi umat Islam yang merindukan Masjidil Haram, Mekkah. Terlebih, film ini diangkat dari kisah nyata yang membuat penonton bisa meneteskan air mata.
 
Adalah seorang wanita bernama Hana yang mendapat doorprize umroh di acara Wisata Haji 2000 jamaah yang diselenggarakan oleh KBIH Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi.
 
Hana ini adalah seorang anak dari seorang ibu yangg hidup dalam keadaan miskin, pekerjaan kesehariannya sebagai pencuci pakaian. Walau hidupnya susah, akan tetapi tersimpan di hatinya keinginan yang sangat besar untuk bisa menunaikan ibadah umroh, berkunjung ke Baitullah dan berziarah ke Maqom Rasulullah SAW. 
 
Siang malam ia selalu berdoa agar keinginannya itu bisa segera menjadi kenyataan. Dalam sebuah perjalanan secara tidak sengaja Hana melihat plang kantor pendaftaran haji dan umroh KBIH Attaqwa.
 
Lalu Hana memberanikan diri untuk mampir dan bertanya di Kantor KBIH Attaqwa tentang prosedur pendaftaran umroh. Ketika dijelaskan ternyata biaya umroh cukup mahal dan sepertinya Hana tidak mampu dan nampak raut wajah Hana cukup sedih. 
 
Lalu ditawarkanlah Hana oleh staff di KBIH agar Hana ini mengikuti acara Wisata Haji 2000 jamaah dengan biaya yang jauh lebih murah Rp 165 ribu. 
 
Dengan beberapa fasilitas yang akan didapatkannya termasuk salah satunya adalah Hadiah doorprize umroh. Dan ternyata Hana pun tidak mampu untuk membayar biaya acara tersebut, sampai kemudian ada orang lain yang membiayainya. 
 
Pada hari pelaksanaan acara itu, Hana mengikuti seluruh kegiatan yang diselenggarakan di Masjid Istiqlal Jakarta. Tak disangka, saat pengundian pemenang doorprize umroh gratis yang berjumlah sekitar 2000 kupon jamaah, nama Hana dipanggil dan berhak mendapatkan hadiah umroh. 
 
Dari peristiwa tersebut bisa diketahui bahwa panggilan Allah untuk melaksanakan haji atau umroh berlaku bagi siapapun, termasuk bagi orang tak mampu.




(romi)