Film 212 The Power of Love: Hari Pertama, Penonton Bejubel dan Tak Kebagian Layar

| Komentar
Jumat, 11 Mei 2018 12:16 WIB

Tayang Perdana, Karcis Film 212 The Power of Love Sold Out

Jakarta, HanTer - Seperti sudah diprediksi, antusias penonton terhadap film 212 The Power of Love begitu tinggi. Buktinya, di hari pertama, Rabu (9/5) pemutaran tercatat 70 ribuan penonton sebagai pencapaian yang cukup fantastis. 

Malah, pencapaian ini diprediksi bisa bertahan hingga tujuh hari kedepan. Dengan demikian, film yang membawa angin cerah bagi umat Islam ini bisa bertahan di bioskop-bioskop Tanah Air.

“Asumsinya hari pertama mencapai 70 ribuan penonton. Nah, kalau tujuh hari tayang, bisa dikalikan saja. Berarti bisa mencapai 500 ribuan penonton. Pencapaian yang cukup bagus bagi film Indonesia saat ini,” kata pengamat film Indonesia, Yan Widjaya kepada Harian Terbit, Kamis (10/5/2018).

Dikatakan Yan Widjaya, pencapaian jumlah penonton yang signifikan itu cukup beralasa. Lantaran, umat Islam sangat fanatik dengan aksi 212 pada tahun lalu. “Saya melihat film ini sebagai bentuk antusias penonton yang sangat tertarik dengan film tersebut,” tambahnya.

Hal senada diungkapkan Produser Eksekutif Film 212 The Power of Love, Erick Yusuf, terkait besarnya animo umat yang sangat penasaran dan menantikan cerita 212 The Power of Love.

"Insya Allah, jika bisa menembus tujuh juta penonton, saya yakin film religi akan semakin banyak di bioskop kita," katanya.

Bahkan Erick menjelaskan, pihaknya mendapat kabar dari teman-teman bahwa banyak di antara mereka yang tidak mendapat layar.  Oleh karenanya, ia menyarankan kepada masyarakat untuk mencoba menonton keesokan hari sembari menikmati libur nasional atau pada akhir pekan bersama keluarga.

"Sejauh ini kami butuh dukungan bahwa film ini memiliki potensi. Kita harus perlihatkan ketika umat dukung film, ini akan jadi besar dan mengalihkan film-film yang menampilkan setan," terangnya.

Ditambahkan Erick, film ini bertujuan meluruskan Islam yang betul-betul memperlihatkan antikekerasan, bukan antibineka dan radikal. "Lewat film ini  Islam cinta damai, tertib dan menyebarkan kebaikan," ucapnya. 




(Harian Terbit/Romi Syahril)