Nobar Film LIMA, BMI Jadikan Ajang Pertahankan Ideologi Bangsa

| Komentar
Sabtu, 09 Juni 2018 08:08 WIB

Nobar film LIMA/ ist

Jakarta, HanTer - Film LIMA yang menuai pro dan kontra ternyata dijadikan ajang nonton bareng bagi Banteng Muda Indonesia (BMI). Mereka menjadikan momen nobar agar menambah rasa persatuan dan kesatuan. Maklum, mereka menilai saat ini di Indonesia marak terjadi intoleransi sehingga dibutuhkan cara untuk menumbuhkan rasa NKRI lagi. 
 
“Film yang menurut saya sangat luar biasa di tengah masa krisis ideologi dari luar. Kita sama sama bersatu mempertahankan  NKRI ini dengan segala perbedaan ini,” kata Ketua DPD BMI DKI Jakarta, Dian Eka Yanto di Epicentrum XXI kawasan Rasuna Said, Jakarta, Kamis (7/6/2018). 
 
Hal senada diungkapkan Bimo Pradikto, Ketua Pelaksana sekaligus menjabat di bidang Ekonomi Kreatif BMI DKI Jakarta. Ia mengatakan acara tersebut dibuat secair mungkin bernuansa anak muda. 
 
“Kita buat acara dengan nuansa lebih ke anak muda yah, seperti nobar film Lima ini. Kebetulan bulan puasa, jadi kita juga sekalian bikin acara sambil buka puasa bersama, tausiah, photo contest bertema Pancasila. Kebetulan juga ada film judulnya Lima, film ini bertemakan tentang Pancasila, karena ada pesan moril tentang Pancasila,” katanya. 
 
Tak ketinggalan, Liliyana, selaku Pelaksana bidang acara dan konsumsi festival Pancasila merasa harus ikut ambil bagian dalam event ini. Menurutnya, sebagai millenials  ingin menunjukkan kepada anak muda lainnya. 
 
“Sebagai generasi penerus mereka yang sekarang menjabat di kursi pemerintahan. Kita harus sekreatif mungkin mengemas kegiatan seperti ini. Berjuang mempertahankan ideologi bangsa ini,” katanya.
 




(romi)