Edi Sobari dan Susyati Terpilih Sebagai Duta Enyak Babeh 2018

| Komentar
Senin, 09 Juli 2018 13:31 WIB

Edi Sobari dan Susyati Duta Enyak Babeh 2018/ ist

Jakarta, HanTer - Banyak cara mengaresiasi orang tua yang terus berkarya dan berkontribusi bagi lingkungan di saat usia telah senja. Ikhtiar itulah yang dilakukan oleh komunitas OKE OCE Matraman dengan menghelat lomba pemilihan duta Enyak Babeh 2018. 
 
Ika Maya, perwakilan dari penyelenggara, menjelaskan pemilihan duta Enyak Babeh ini digelar sebagai bagian dari acara menyambut HUT DKI Jakarta ke-491 sekaligus sosialisasi Asian Games 2018. 
 
"Kami sungguh tidak menyangka apresiasi yang sangat luar biasa dari para lansia untuk mengikuti lomba ini," katanya, di SDN 11 Utan Kayu Utara, Matraman, Jakarta, Ahad (8/7/2018).
 
Terpilih sebagai juara dari lomba ini adalah pasangan Edi Sobari dan Susyati. Keduanya adalah pegiat lingkungan di Kecamatan Matraman, Jakarta Timur. 
 
"Pak Edi ketua RW dan istrinya adalah ketua PKK yang aktif di RW 6. Mereka memiliki 4 orang anak.  Di lingkungannya dikenal berperilaku baik," kata Ika.
 
Ika juga menjelaskan kriteria pemilihan duta Enya Babeh ini tidak sekadar memilih sosok yang aktif di lingkungan rumahnya saja. Melainkan juga, kata dia, sosok terpilih mampu memberikan teladan dalam banyak hal. 
 
Salah satu pertimbangan terpilihnya Sosok Edi, kata Ika, yang bersangkutan telah membuktikan diri mampu melepaskan diri dari ketergantungan merokok aktif. 
 
"Pak Edi ini dulunya perokok berat. Setelah mengikuti program konseling berhenti merokok dari Puskesmas saat ini beliau sudah tidak merokok. Ini salah satu pertimbangannya," jelasnya.
 
Sementara itu, Andi Azizi Amin, ketua penggerak komunitas OK Oce Jaktim, menjelaskan kegiatan ini digelar selama dua hari, Sabtu (7/7) dan Ahad (8/7) di SDN 11 Utan Kayu Utara, Matraman, Jakarta.
 
"Kita menargetkan kegiatan ini akan dihadiri sekitar 200-an warga setiap harinya," kata Andi di Jakarta.
Flora Magdalena SH, ketua panitia kegiatan, turut menjelaskan kegiatan ini menghadirkan juga kegiatan bazaar dengan memilih 60 pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) yang tergabung dalam komunitas OKE OCE Matraman. 
 
Flora berharap hadirnya kegiatan semacam ini dapat menjadi stimulus warga sekitar untuk mandiri. "Jenis UKM yang paling banyak terlibat dalam kegiatan ini adalah usaha kuliner. Sisanya pelaku usaha fashion, craft maupun seni," jelasnya.
 




(romi)