Angkat Isu Kanker Serviks & Kearifan Lokal Singkawang, Nantikan Film Jejak Cinta

| Komentar
Minggu, 19 Agustus 2018 20:02 WIB

Baim Wong $ Prisia Nasution di film Jejak Cinta/ ist

Jakarta, HanTer – Sejauh ini kanker serviks atau kanker rahim adalah salah satu jenis kanker yang paling banyak terjadi pada wanita di seluruh dunia. Kanker serviks muncul di leher rahim wanita. Masalah ini pun diangkan menjadi karya film berjudul Jejak Cinta.
 
Film produksi Trazz Production dan Scene Film ini rencananya akan tayang pada 6 September 2018. Film membawa pesan bagi para wanita yang terkena kanker serviks untuk menyikapi penyakit tersebut secara positif. 
 
“Film ini juga mengusung pesan kepada para wanita untuk mencegah dan menghindari penyakit kanker serviks tersebut," kata sang sutradara, Tarmizi Abka, di di Jakarta (Jumat (17/8/2018). 
 
Film yang dibintangi oleh Baim Wong, Prisia Nasution, Mathias Muchus, Della Perez, dan Zora Vidayatia ini bercerita mengenai Maryana seorang Desainer Batik yang sengaja pulang ke tanah kelahirannya Singkawang untuk membuat desain batik terbarunya yang akan diikutkan dalam ajang Festival Batik di Berlin.
 
Maryana yang dibintangi oleh Prisia Nasution ini setiap hari sangat khawatir dirinya terkena kanker serviks. Hal itu karena almarhumah ibunya meninggal karena kanker serviks stadium 4.
 
"Tokoh yang bernama Maryana Itu memeriksakan dirinya ke rumah sakit. Namun dia tidak berani membuka amplop hasil pemeriksaan dokter tersebut, karena khawatir hasilnya adalah dia positif terkena kanker serviks," ujar Tarmizi Abka.
 
Hasan Karman selaku Produser Eksekutif mengatakan selain tentang kanker serviks, film ini juga membawa pesan kebangsaan dari ranah Singkawang yang dijuluki "Negeri 1.000 Kelenteng". 
 
"Singkawang di Kalimantan Barat ini masyarakatnya merupakan perpaduan etnis yang kekayaan budayanya menjadi daya tarik tersendiri. Selain mengangkat sisi romantika, Film Jejak Cinta mengangkat Batik khas Singkawang yaitu Batik Tidayu yakni Tionghoa, Dayak dan Melayu," ucapnya. 
 




(romi)