Film Jejak Cinta, Potret Ketakutan Desainer Batik Terkena Kanker Serviks

| Komentar
Selasa, 04 September 2018 12:12 WIB

Para pemain film Jejak Cinta/ ist

Jakarta, HanTer – Sejauh ini, film Jejak Cinta mengisahkan tentang seorang desainer batik bernama Maryana, yang melakukan riset di Singkawang untuk mencari motif batik asli yang akan diikutkan dalam festival batik di Berlin. Namun, Maryana setiap hari sangat khawatir terkena kanker serviks. 
 
"Hal itu karena almarhumah ibunya meninggal karena kanker serviks stadium 4. Maryana bahkan memeriksakan dirinya ke rumah sakit namun dia tidak berani membuka amplop hasil pemeriksaan dokter karena khawatir hasilnya adalah dia positif terkena kanker serviks," kata  sang sutradara, Tarmizi Abka, Ahad (2/9/2018).
 
Ada yang unik dari film ini, lantaran menjadi debut Della Perez di dunia film. Dalam film garapan sutradara Tarmizi Abka ini, Della Perez beradu akting dengan Baim Wong dan Prisia Nasution.
Pemilik nama lengkap Della Wulan Astreani ini bersyukur bisa ikut bergabung dalam film yang berlatar belakang Kota Singkawang, Kalimantan Barat.
 
"Senang ya, karena ini kan film pertama aku. Film ini kan mengangkat cerita soal kakak (mendiang Jupe), karena kakak sudah enggak ada jadi aku yang mainin," tutur Della Perez. 
 
Menurut Della Perez, cukup sulit untuk memainkan peran tersebut. Dia membutuhkan waktu untuk belajar akting agar berbeda dengan kakaknya. "Sulit lah, karena kakak aku kan aktingnya bagus. Sedangkan aku, sudah lama vakum enggak akting, sekarang akting lagi," tukasnya.
 
Untuk mendalami akting dan perannya, Della mengaku kerap belajar dari aktor senior Mathias Muchus. "Kalau ada waktu selalu minta diajarin sama Om Mathias Muchus. Aku banyak tektokan sama dia," ungkap Della.




(romi)